JAKARTA — 5 November 2024 — Indonesia mengimpor 24.874.700 kilogram kalsium klorida pada 2024, senilai USD 6,85 juta. Tiongkok menyediakan bagian dominan, mencakup USD 5,65 juta dan 24.105.100 kilogram. Pemasok sekunder termasuk Republik Ceko, Jerman, Jepang, Italia, dan Thailand.
Volume impor menggarisbawahi ketergantungan Indonesia pada kalsium klorida asing untuk melayani konstruksi, pengolahan air, dan operasi lapangan minyak di seluruh nusantara. Di sektor konstruksi, kalsium klorida mempercepat pengerasan beton dan menstabilkan tanah pada proyek jalan dan jembatan. Untuk pengolahan air, kalsium klorida berfungsi sebagai bantuan koagulan dan pengatur kekerasan di pabrik municipal dan industri. Industri minyak dan gas menggunakan brine kalsium klorida dalam fluida pengeboran dan penyelesaian untuk mengelola tekanan wellbore.
Dengan kapasitas produksi domestik yang terbatas, distributor dan pengguna akhir Indonesia menghadapi risiko valuta dan logistik yang terkait dengan rantai pasokan Tiongkok. Data perdagangan 2024 dari World Bank mengonfirmasi bahwa hampir 97% volume kalsium klorida impor berasal dari Tiongkok, menciptakan risiko sumber yang terkonsentrasi bagi industri Indonesia.
Ingin mendiversifikasi rantai pasokan kalsium klorida Anda dengan harga kompetitif dan pengiriman stabil? Kirimkan permintaan Anda hari ini untuk penawaran volume dan jadwal pengiriman.

